SMA PLUS PEMBANGUNAN JAYA
 Bintaro
          SMA Plus Pembangunan Jaya Bintaro terus melakukan pengembangan baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Salah satu kegiatan tahunan yang menarik adalah Dialog Lintas Agama (DLA). Kegiatan ini tidak terlepas dari realitas SMA Plus Pembangunan Jaya yang sangat multikultur. Untuk kegiatan DLA tahun ini, panitia mengangkat tema “Kita Rukun Indonesia Rukun, Tebarkan Kedamaian Dalam Keberagaman”. DLA yang dilakukan secara virtual (zoom) pada Jumat, 22 Januari 2021, diikuti oleh seluruh keluarga besar SMA Plus Pembangunan Jaya. Adapun narasumbernya berasal dari empat agama yang berbeda, antara lain: Ust. Pardamean H (Islam), Pdt. Edwin Nugraha Tj (Kristen), Rm. Kristoforus LN (Katolik) dan Ir. I Made S, MM (Hindu).
Sambutan dari Prinsipal Eksekutif SPJ dan Kepala SMA Plus Pembangunan Jaya
Sambutan dari Prinsipal Eksekutif SPJ dan Kepala SMA Plus Pembangunan Jaya
Doa 4 agama oleh perwakilan siswa
Doa 4 agama oleh perwakilan siswa
Para Narasumber
Para Narasumber
Pemaparan materi oleh Ust. Pardamean H (Islam)
Pemaparan materi oleh Ust. Pardamean H (Islam)
Pemaparan materi oleh Pdt. Edwin Nugraha Tj (Kristen)
Pemaparan materi oleh Pdt. Edwin Nugraha Tj (Kristen)
Pemaparan materi oleh Rm. Kristoforus LN (Katolik)
Pemaparan materi oleh Rm. Kristoforus LN (Katolik)
Pemaparan materi oleh Ir. I Made S, MM (Hindu)
Pemaparan materi oleh Ir. I Made S, MM (Hindu)
Previous Next Play Pause
1 2 3 4 5 6 7

          Kepala SMA Plus Pembangunan Jaya, Endang Wahyuningsih, dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara sekaligus menegaskan tujuan dari kegiatan DLA ini.

“Kegiatan Dialog Lintas Agama merupakan sarana untuk sharing komunikasi dan informasi agar dapat meningkatkan kualitas toleransi dalam diri peserta didik. Selain itu juga bertujuan untuk menciptakan kerukunan dan kedamaian di antara sesama peserta didik yang sangat beranekaragam di SMA Plus Pembangunan Jaya,” tegasnya.

          Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ibu Indira Sunito selaku Prinsipal Eksekutif Sekolah Pembangunan Jaya juga memberikan penguatan dan menekankan pentingnya perbedaan.

“Persoalan terbesar bangsa ini adalah kurangnya rasa saling menghargai. Orang lebih banyak hanya fokus melihat persamaan saja. Padahal kalau kita berpikir lebih jauh, perbedaan itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Perbedaan itu tidak perlu dipersoalkan,” ungkapnya.

           Selanjutnya, dalam sesi dialog yang dipandu oleh dua moderator dari pengurus OSIS yaitu Arsenio Karyanto dan Fiona Sastroamidjojo, keempat narasumber menerangkan materi dengan sangat bagus dan menarik. Ustad Pardamean menekankan kembali tentang asal atau sumber keberadaan kita  manusia yang sangat beranekaragam di bumi ini yaitu kasih. Adapun penyebab utama terjadinya konflik atau kesalahpahaman di antara kita lebih dikarenakan oleh sifat ego atau keakuan. Sementara itu, pendeta Edwin menegaskan tentang kesamaan identitas kita sebagai anak bangsa. Sebagai anak bangsa, sudah selayaknya kita hidup berdamai dengan semua orang. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Romo Kristoforus Lucky tentang kekuatan iman sebagai penuntun dalam hidup bersaudara dengan orang lain. Peneguhan pun ditutup dengan sangat indah oleh Bapak Made Sukaryawan untuk selalu menciptakan energi positif dalam memandang sesuatu atau sesama di sekitar kita.

           Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini memberikan daya tarik terutama bagi para peserta yang hadir. Tampak seluruh peserta yang hadir sangat antusias untuk mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Harapan pun datang dari berbagai pihak, utamanya Ibu Indira agar kegiatan DLA ini sebisa mungkin dilaksanakan sekali dalam satu semester. (Evan)

Back to top